Senin, 08 Desember 2014

Kompor Unik, Mampu Isi Baterai Smartphone dan Kurangi Resiko Kangker

Mahasiswa asal Filipina Jacqueline Nguyen dan Mark Webb berhasil membuat kompor tungku unik uang diberi nama K2 cook stove. Selain berfungsi untuk memasak, kompor ini juga dapat diguakan untuk mengisi baterai smartphone, selain itu kompor ini juga di klaim minim emisi yang mana bisa mengurangi penyebab kanker.

K2 Cook Stove
K2 Cook Stove

Ide pembuatan kompor K2 cook stove ini dicetuskan setelah kedua orang ini berkunjung ke Filipina dan melihat masih banyak keluarga yang menggunakan kompor tungku berbahan bakar kayu dan plastik yang menghasilkan banyak asap. Padahal asap yang mengandung banyak zat karsinogenik dan zat berbahaya lainnya ini telah menjadi salah satu penyebab kematian terbesar di dunia, lebih tinggi dari HIV dan malaria.

Webb mengklaim jika kompor K2 Cook Stove ini lebih ramah lingkungan dengan menghasilkan asap 95 persen lebih sedikit daripada kompor tungku biasa. Hal ini karena kompor ini dibuat dengan desain geometris yang unik dan dibekali sistem penyedot udara berupa kipas listrik.

Rabu, 03 Desember 2014

Dr. Johny Setiawan Astronom Indonesia, Salah Satu Penemu Planet Baru

Bentuk tubuhnya yang bak atlit binaraga sudah terlihat ketika bertemu dengannya dari  jarak jauh. Usianya kini, sudah masuk 39 tahun dan bukan umur tua untuk sebagai seorang ilmuwan yang telah banyak menemukan penemuaan spektakuler. Karena dalam bidangnya ini, masih sedikit orang Indonesia yang memiliki kemampuan sepertinya dan  sedikit sekali orang nusantara mengenalnya.

LAB Dr Jhony Setiawan
Dr. Johny Setiawan Astronom Indonesia

Dia adalah Dr. Jhony Setiawan, ilmuwan asal Indonesia yang tinggal dan bekerja di Jerman semenjak kuliah. Pria kelahiran Jakarta, 16 Agustus 1974 ini menghabiskan pendidikan dari sekolah dasar hingga SMA di Indonesia. Kemudian pada tahun 1992, dia melanjutkan pendidikannya ke Jerman untuk jenjang universitas. Sebelum masuk universitas dia harus menamatkan pre-universitasnya di kota Heidelberg di Jerman tahun 1993. Baru dia masuk Universitas Freiburg (Jerman) jurusan Fisika tahun 1993 dan menyelesaikannya tahun 1999 dengan gelar Diplom Physiker (setara S2/ Master).

Kamis, 16 Oktober 2014

Ilmuan IPB Ciptakan Teknologi Anti Radar Berbahan Cangkang Udang dan Tulang Ikan

TNI berkerjasama dengan Institut Pertanian Bogor (IPB) mengembangkan teknologi anti radar bagi keperluan TNI. Pengembangan teknologi yang telah dilakukan sejak tahun 2011 ini diharapkan mampu memperkuat alat utama sistem persenjataan (alutsista) milik TNI.

Ilmuan IPB Ciptakan Teknologi Anti Radar Berbahan Cangkang Udang dan Tulang Ikan
Radar TNI AU

Menurut Wakil Ketua Dewan Juri Lomba Inovasi TNI 2014, Avanti Fontana, teknologi ini diciptakan dengan menggunakan bahan dasar cangkang udang (chitosan) dan tulang ikan (hidroksiapatit).

Sistem kerja utama alat itu yakni dengan menyerap pantulan gelombang frekwensi radar musuh yang dilayangkan ke alutsista milik TNI. Dengan diserapnya gelombang tersebut, maka musuh tak dapat mendeteksi kendaraan yang digunakan TNI dalam menjalankan operasinya.

Selasa, 07 Oktober 2014

Mengenal Little Moe, Robot Mungil Pembunuh Virus Ebola

Perusahaan pembasmi kuman asal San Antonia, AS, Xenex. Berhasil membuat robot anti virus ebola yang belakangan ini meresahkan penduduk Dunia. 


Little Moe, Robot Mungil Pembunuh Virus Ebola

Robot kecil sekitar setengah meter yang diberi nama Little Moe ini mampuh membersihkan ruangan dari virus berbahaya dalam hitungan menit. Litte Moe diproyeksikan menjaga ruangan di rumah sakit di Dallas, yang merawat seorang yang diduga terinfeksi Ebola.

Diharapkan dengan robot ini, rumah sakit itu bebas Ebola. Robot ini memang dikhususkan untuk membasmi kuman dalam ruangan, yang saat ini tengah muncul Ebola di AS.

Senin, 15 September 2014

Mahasiswa Ubaya Berhasil Ciptakan Helm Anti Kantuk

Kristiawan Manik dan Ricky Nathaniel Joevan, Dua mahasiswa Program Kekhususan Teknik Manufaktur Fakultas Teknik Universitas Surabaya (Ubaya), berhasil menciptakan inovasi baru berupa helm anti kantuk yang praktis, murah, dan tidak mengubah bentuk helm.

Helm anti-kantuk buatan mereka berdua memanfaatkan denyut nadi, ini merupakan terobosan baru dimana  Helm anti-kantuk yang sudah beredar saat ini menggunakan gelombang syaraf otak.


Mahasiswa Ubaya Berhasil Ciptakan Helm Anti Kantuk


Menurut Ricky, helm anti-kantuk yang memanfaatkan gelombang syaraf otak memiliki harga yang mahal, karena harga dari alat deteksi gelombang syaraf otak itu lebih dari Rp 10 juta, sedangkan alat buatan tim Ubaya yang dinamai "Anti-Drowsing System (Androsys)" itu hanya Rp500 ribu.

Ide pembuatan alat ini berawal ketika Ricki dan Joevan mendapat tugas Mata Kuliah Design Project dari dosen pembimbing, Sunardi Tjandra ST MT, lalu kami mencari ide. Idenya dari nonton televisi terkait berita kecelakaan lalu lintas yang penyebab utamanya didominasi rasa kantuk," katanya.

Rabu, 03 September 2014

Doormatics Keset Penghisap Debu Karya Mahasiswa ITS

Rizky Nafiar Rafiandi, dan rekan-rekannya dari ITS Surabaya berhasil menciptakan keset  serbaguna yang memiliki fungsi sebagai penghisap debu, sehingga kotoran yang ada tidak lengket di permukaan, melainkan langsung terhisap.


Doormatics Keset Penghisap Debu Karya Mahasiswa ITS Foto: dok.ITS

Menurut Rizky ide pebuatan alat ini Berawal dari pengalaman pribadi ketika membersihkan lantai, tiba-tiba adik Rizky datang dan mengotori kembali lantai tersebut
Meski pada saat itu, adiknya sudah membersihkan kaki di keset, namun karena keset tersebut juga berdebu, maka lantai kembali kotor. Karena itu dirinya ingin membuat keset yang secara otomatis menyerap kotoran.

BPPT dan PTPN V Manfaatkan Limbah Sawit Menjadi Biomassa

Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dan PT Perkebunan Nusantara V menandatangani MOU kerjasama mengembangkan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Biomassa dari tandan kosong sawit dan Pembangkit Listrik Biogas dari limbah sawit.


Kepala BPPT Dr Marzan A Iskandar menjelaskan bahwa "BPPT telah berpengalaman membangun berbagai jenis pembangkit listrik. Saat ini BPPT juga sedang meriset Pembangkit Listrik berbahan baku limbah pertanian bersama Jepang,"

Lebih lanjut Marzan mengatakan bahwa Dengan memiliki pembangkit listrik berbahan baku limbah pertaniannya sendiri, PTPN V selain akan memanfaatkan limbah yang seharusnya terbuang, juga akan menghemat bahan bakar fosil untuk keperluan listrik pabrik pengolahan minyak sawitnya maupun kebutuhan listrik warga sekitar.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...