Rabu, 10 Desember 2014

25 Tahun Lagi Indonesia Targetkan Punya Bandar Antariksa Sendiri

Indonesia menargetkan memiliki bandar antariksa sendiri dalam 25 tahun ke depan dan berupaya mulai menyusun rencana induk keantariksaan jangka pajang. Berlandaskan mandat Undang-Undang No. 21 Tahun 2013 Tentang Keantariksaan,  Undang-Undang ini diharapkan bisa dijadikan landasan dalam penyelenggaraan keantariksaan nasional.

25 Tahun Lagi Indonesia Targetkan Punya Bandar Antariksa Sendiri

Sekretaris Dewan Penerbangan dan Antariksa Nasional Republik Indonesia (Depanri) mulai menentukan arah keantariksaan Indonesia untuk 25 tahun ke depan. Ada beberapa hal yang menjadi target antariksa nasional dalam jangka panjang.

Siswa SMA Semarang Ciptakan Rompi Antipeluru dari Sabut Kelapa

Berawal dari hobi bermain game sederhana, Aristio Kevin Ardyaneira Pratama (16) siswa kelas XI dan M. Iqbal Fauzi (15) siswa kelas XI MIA 5 SMAN 3 Semarang, Jawa Tengah berhasil mengubah sabut kelapa menjadi rompi antipeluru yang ramah lingkungan.

Aristio Kevin Ardyaneira Pratama  dan M. Iqbal Fauzi siswa kelas XI MIA 5 SMAN 3 Semarang Tengah memperlihatkan Stab-resistant and Ballistic Vest Made from Coconut Fiber Ciptaannya
foto : VIVAnews/Dwi Royanto

Hasil kreativitas yang diberi nama Stab-resistant and Ballistic Vest Made from Coconut Fiber ini bahkan telah diikut sertakan dalam berbagai ajang bergengsi seperti ajang 2nd International Science Project Olympiad (ISPrO) 2014 di Jakarta dan memperoleh medali perak. Kemudian di ajang Karyacipta Teknologi Tepat Guna di Semarang juga menyabet juara dua.

Berbahan Baku Sabut Kelapa

Kedua siswa berbakat di SMA 3 itu telah melakukan penelitian selama berulang kali selama enam bulan, beberapa kali gagal hingga akhirnya berhasil membuat rompi rompi anti peluru yang berkualitas baik
. Pemilihan bahan sabut, kelapa dipilih karena dinilai memiliki tekstur kuat menahan berbagai hantaman dari luar.

Senin, 08 Desember 2014

Ilmuwan Indonesia berhasil ciptakan pil kontrasepsi untuk pria

Kabar gembira datang dari dunia kedokteran Indonesia, Seorang Propesor dari Universitas Airlangga berhasil menemukan pil kontrasepsi yang khusus diciptakan untuk pria. Adalah Profesor Bambang Prajogo berhasil menciptakan Pil kontrasepsi yang mirip dengan pil KB untuk wanita ini terbukti 99% efektif untuk mencegah kehamilan yang tidak diinginkan.

Profesor Bambang Prajogo - Ilmuwan Indonesia berhasil ciptakan pil kontrasepsi untuk pria
Profesor Bambang Prajogo | foto : thejakartapost.com

Profesor Bambang Prajogo menuturkan "Selama ini Anda mengenal bahwa pil KB hanya khusus diperuntukkan untuk wanita. Namun nyatanya kekayaan alam Indonesia sendiri menyimpan bahan alami yang menjadi bahan utama pembuat pil ini. Bahan alami tersebut adalah tanaman gendarussa, salah satu keluarga semak di Indonesia. Uniknya, sudah berabad-abad yang lalu tanaman ini telah digunakan oleh pria Papua menjadi alat kontrasepsi. Mereka merebus tanaman ini bersama dengan teh dan kemudian meminum airnya," jelasnya.

Kompor Unik, Mampu Isi Baterai Smartphone dan Kurangi Resiko Kangker

Mahasiswa asal Filipina Jacqueline Nguyen dan Mark Webb berhasil membuat kompor tungku unik uang diberi nama K2 cook stove. Selain berfungsi untuk memasak, kompor ini juga dapat diguakan untuk mengisi baterai smartphone, selain itu kompor ini juga di klaim minim emisi yang mana bisa mengurangi penyebab kanker.

K2 Cook Stove
K2 Cook Stove

Ide pembuatan kompor K2 cook stove ini dicetuskan setelah kedua orang ini berkunjung ke Filipina dan melihat masih banyak keluarga yang menggunakan kompor tungku berbahan bakar kayu dan plastik yang menghasilkan banyak asap. Padahal asap yang mengandung banyak zat karsinogenik dan zat berbahaya lainnya ini telah menjadi salah satu penyebab kematian terbesar di dunia, lebih tinggi dari HIV dan malaria.

Webb mengklaim jika kompor K2 Cook Stove ini lebih ramah lingkungan dengan menghasilkan asap 95 persen lebih sedikit daripada kompor tungku biasa. Hal ini karena kompor ini dibuat dengan desain geometris yang unik dan dibekali sistem penyedot udara berupa kipas listrik.

Rabu, 03 Desember 2014

Dr. Johny Setiawan Astronom Indonesia, Salah Satu Penemu Planet Baru

Bentuk tubuhnya yang bak atlit binaraga sudah terlihat ketika bertemu dengannya dari  jarak jauh. Usianya kini, sudah masuk 39 tahun dan bukan umur tua untuk sebagai seorang ilmuwan yang telah banyak menemukan penemuaan spektakuler. Karena dalam bidangnya ini, masih sedikit orang Indonesia yang memiliki kemampuan sepertinya dan  sedikit sekali orang nusantara mengenalnya.

LAB Dr Jhony Setiawan
Dr. Johny Setiawan Astronom Indonesia

Dia adalah Dr. Jhony Setiawan, ilmuwan asal Indonesia yang tinggal dan bekerja di Jerman semenjak kuliah. Pria kelahiran Jakarta, 16 Agustus 1974 ini menghabiskan pendidikan dari sekolah dasar hingga SMA di Indonesia. Kemudian pada tahun 1992, dia melanjutkan pendidikannya ke Jerman untuk jenjang universitas. Sebelum masuk universitas dia harus menamatkan pre-universitasnya di kota Heidelberg di Jerman tahun 1993. Baru dia masuk Universitas Freiburg (Jerman) jurusan Fisika tahun 1993 dan menyelesaikannya tahun 1999 dengan gelar Diplom Physiker (setara S2/ Master).

Kamis, 16 Oktober 2014

Ilmuan IPB Ciptakan Teknologi Anti Radar Berbahan Cangkang Udang dan Tulang Ikan

TNI berkerjasama dengan Institut Pertanian Bogor (IPB) mengembangkan teknologi anti radar bagi keperluan TNI. Pengembangan teknologi yang telah dilakukan sejak tahun 2011 ini diharapkan mampu memperkuat alat utama sistem persenjataan (alutsista) milik TNI.

Ilmuan IPB Ciptakan Teknologi Anti Radar Berbahan Cangkang Udang dan Tulang Ikan
Radar TNI AU

Menurut Wakil Ketua Dewan Juri Lomba Inovasi TNI 2014, Avanti Fontana, teknologi ini diciptakan dengan menggunakan bahan dasar cangkang udang (chitosan) dan tulang ikan (hidroksiapatit).

Sistem kerja utama alat itu yakni dengan menyerap pantulan gelombang frekwensi radar musuh yang dilayangkan ke alutsista milik TNI. Dengan diserapnya gelombang tersebut, maka musuh tak dapat mendeteksi kendaraan yang digunakan TNI dalam menjalankan operasinya.

Selasa, 07 Oktober 2014

Mengenal Little Moe, Robot Mungil Pembunuh Virus Ebola

Perusahaan pembasmi kuman asal San Antonia, AS, Xenex. Berhasil membuat robot anti virus ebola yang belakangan ini meresahkan penduduk Dunia. 


Little Moe, Robot Mungil Pembunuh Virus Ebola

Robot kecil sekitar setengah meter yang diberi nama Little Moe ini mampuh membersihkan ruangan dari virus berbahaya dalam hitungan menit. Litte Moe diproyeksikan menjaga ruangan di rumah sakit di Dallas, yang merawat seorang yang diduga terinfeksi Ebola.

Diharapkan dengan robot ini, rumah sakit itu bebas Ebola. Robot ini memang dikhususkan untuk membasmi kuman dalam ruangan, yang saat ini tengah muncul Ebola di AS.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...