Kamis, 05 Maret 2015

Lensa Kontak untuk Jadi "Superhero"

Sebuah teknologi lensa kontak yang dikembangkan oleh ilmuan Swiss diklaim mamu memberikan visibilitas penggunanya layaknya pahlawan super. Lensa kontak tersebut akan siap digunakan dalam kurun waktu dua tahun kedepan.

Lensa Kontak untuk Jadi "Superhero"
Telescopic Contact Lenses | foto : nbcnews
Lensa kontak ini memungkinkan penggunakanya untuk memperbesar objek yang dilihatnya hanya dengan mengedipkan mata. Pembesaran gambar yang diijinkan sampai tiga kali lipat.

Lensa kontak ini memiliki dua bagian. Cincin bagian dalam berfungsi sebagai pengatur penglihatan normal. Sementar itu, cincin bagian luarnya dapat digunakan untuk memperbesar pandangan hingga 2,8 kali.

Perangi Kangker Google Ciptakan Kulit Manusia Buatan

Bertekad perangi kangker Google baru-baru ini membuat terobosan baru dibidang kesehatan, yakni dengan menciptakan kulit manusia palsu. Di masa depan, kulit manusia hasil rekayasa ini diklaim dapat menyelamatkan banyak nyawa.

Perangi Kangker Google Ciptakan Kulit Manusia Buatan

Salahsatu departemen Google, Google X yang dikhususkan untuk membuat terobosan baru dibidang teknologi, mendesain sebuah nanopartikel yang mampu mendeteksi sel kangker. Zat nanopartikel tersebut akan dimasukan kedalam tubuh melalui pil dan menempel pada partikel kangker yang mungkin dimiliki. Setelah itu partikel akan berjalan memalui pembulu darah, lalu kembai ke pergelangan tangan. Partikel kangker tersebut akan menyampaikan informasi melalui gelang dalam bentuk cahaya.

Kamis, 01 Januari 2015

Automatic Dependent Surveillance-Broadcast System Teknologi Baru untuk Lacak Posisi Pesawat Terbang di Udara

Amerika dan Eropa akan menerapkan sistem Automatic Dependent Surveillance-Broadcast (ADS-B), untuk mengirim posisi pesawat secara berkala kepada pengawas lalu lintas udara dan pesawat-pesawat lain di dekatnya.

Tahun 2014 bukanlah tahun yang baik bagi keselamatan penerbangan, karena dua pesawat berbadan lebar jatuh ke laut, bersama 401 penumpang dan awak pesawatnya, karena penyebab yang belum jelas.


Petugas radar dan sonar di pesawat milik Angkatan Udara Australia AP-3C Orion dalam misi pencarian pesawat Malaysia Airlines MH370 di Samudera India

Dalam kedua kasus itu, komunikasi dengan pesawat tiba-tiba hilang, sebelum pilot-pilot itu sempat melaporkan permasalahannya. Pesawat-pesawat yang melakukan penerbangan melewati laut dan jauh dari daratan berada di luar jangkauan radar dan sistem radio di darat daratan.

Komunikasi satelit dan teknologi navigasi seperti GPS dan telpon satelit, memungkinkan komunikasi dengan pesawat udara dan menentukan lokasinya.

Rabu, 31 Desember 2014

5 Alat Canggih Dilibatkan Dalam Pencarian Black Box AirAsia QZ8501

Setelah serpihan pesawat AirAsia ditemukan, tahap pencarian selanjutnya adalah mencari black box, yang bisa menjadi kunci penyebab AirAsia jatuh ke laut. Laut Jawa, tempat ditemukannya serpihan-serpihan itu, berkedalaman 25-30 meter. Maka, selain melibatkan penyelam, alat-alat canggih juga dilibatkan seperti ini:

Pinger Detector

Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) berusaha mencari tahu keberadaan black box pesawat AirAsia QZ8501. Alat yang digunakan berupa 6 buah Pinger Detection.

"Ada 6 Pinger Detector yang akan dipakai untuk mencari sinyal emergency yang menempel di blackbox (kotak hitam)," kata Kepala KNKT Tatang Kurniadi, saat dihubungi detikcom, Selasa (30/12/2014) malam.


Pinger Detector

Alat emergency yang dimaksud Tatang adalah Underwater Locator Beacon (ULB) yang menempel di black box yang mengeluarkan sinyal darurat. Pinger detector selanjutnya akan mendeteksi bunyi tersebut.

"Bisa mendeteksi suara hingga 200 meter," ujar Tatang.

Enam alat Pinger Detector yang akan digunakan merupakan milik KNKT, KNKT Singapura dan KNKT Inggris. Rencananya, tim pencari blackbox ini akan mulai bergerak dari Tanjung Pandan sekitar pukul 06.00 WIB.



Selasa, 23 Desember 2014

Jonah Soewandito Bocah 11 tahun jenius lulus SMA di Australia

Jonah Soewandito pelajar berusia 11 tahun tengah menjadi bintang di Australia. Pelajar SMU termuda ini menjadi sorotan media massa karena sanggup mengikuti HSC (setara ujian akhir SMU) dua bulan lalu. Dia lulus untuk mata pelajaran matematika dan kimia dengan nilai 90, tertinggi di sekolahnya.

Jonah Soewandito
Jonah Soewandito
Jika menengok namanya yang mirip orang Jawa, sangat besar kemungkinan Jonah adalah keturunan Warga Negara Indonesia. Namun, pihak Sekolah Swasta Scots College di Kota Sydney enggan mengungkap identitas pelajarnya tersebut.

"Yang kami tahu dia lahir di Australia," kata salah seorang guru seperti dilansir Sydney Morning Herald akhir pekan lalu.

Keluarga Jonah juga enggan diwawancara media. Menurut salah satu sumber, popularitas bocah yang seharusnya masih kelas 6 SD itu dikhawatirkan bisa mengganggu kondisi psikologisnya.

Minggu, 14 Desember 2014

Peneliti UGM Temukan Mikroalga Lokal Sumber Bioenergi

Eko Agus Suyono SSi., MAppSC adalah Peneliti dari Universitas Gadjah Mada (UGM) telah berhasil menemukan sumber energi alternatif terbaru, sumber energi ini dihasilkan dari pengolahan mikroalga untuk diolah menjadi bioetanol sebagai salah satu solusi dengan semakin menipisnya energi yang dihasilkan dari fosil.




Mikroalga menjadi pilihan Eko dalam penelitian ini karena keberadaan mikroalga cukup berlimpah, mengingat dua pertiga wilayah Indonesia merupakan laut. Dengan demikian pengolahan mikroalga menjadi bioetanol bisa dijadikan salah satu upaya untuk mengelola kekayaan sumber daya laut Indonesia yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.

“Biodiversitas mikroalga yang sangat besar untuk dikembangkan menjadi bioenergi, salah satuya adalah Tetraselmis sp,” ujar Eko di Yogyakarta, Minggu 14 Desember 2014.
 
Berdasarkan hasil penelitianya, bioetanol potensial diproduksi dari hidrolisis biomassa Tetraselmis sp. strain Ancol dan fermentasi menggunakan Saccharomyces cerevisiae (strain Etanol Red) sebesar 0,36 g etanol/g biomassa setelah inkubasi 48 jam. Hasil ini setara dengan hasil bioetanol tertinggi yang pernah dilaporkan dalam publikasi penelitian yang dilakukan di Korea,

Jumat, 12 Desember 2014

Penemu Teknologi Long Term Evolution (LTE) Raih Penghargaan Achmad Bakrie 2014

Peneliti muda Indonesia Penemu Teknologi Long Term Evolution (LTE) dianugrahi penghrgaan Achmad Bakrie (PAB) XII 2014 di Djakarta Theater, Jakarta, Rabu malam 10 Desember 2014 yang lalu.

Prof. Dr. Khoirul Anwar dan penemuannya
Prof. Dr. Khoirul Anwar dan penemuannya
Adalah Khoirul Anwar peniliti muda kelahiran kelahiran Juwet, Kediri. Peneliti lulusan Institut Teknologi Bandung, dan Nara Institute of Science and Technology (NAIST), Jepang ini telah diakui dunia berkat temuannya berupa teknologi jaringan nirkabel berkecepatan tinggi.  

Pria yang di Jepang akrap dipanggil dengan Anwar Kung ini menuturkan bagaimana temuannya sempat dipandang sebelah mata oleh peneliti telekomunikasi di dunia.
"Saat 2005, saya usulkan teknologi di konferensi internasional di Hokkaido, Jepang, chairman mengatakan 'I thinks this is useless', kemudian saya presentasikan di Australia juga sama," ujarnya.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...