Nampaknya, perang tidak hanya akan berlangsung di daratan Bumi saja. Sebab, Amerika sedang berancang-ancang membangun pangkalan perang di luar angkasa.
Rencana besar itu diungkapkan oleh Sekretaris Departemen Pertahanan Amerika, Robert Work di konferensi intelijen GEOINT 2015. Menurut Robert, proyek pembangunan pangkalan itu sedianya dimulai 6 bulan lagi.
Pangkalan tersebut diklaim mampu memburu satelit militer atau mata-mata milik negara lain. Harapannya, pangkalan militer itu mampu mencegah serangan yang diarahkan pada satelit milik Amerika.
Mengulas perkembangan informasi sains dan teknologi terbaru dan terupdate
Kamis, 25 Juni 2015
Jumat, 03 April 2015
ECA A18 AUV Alat Canggih Pendukung Survei Bawah Air
Perusahaan Prancis meluncurkan produk baru untuk kebutuhan laut dalam. Produk sarat teknologi itu dirancang untuk survei bawah air, dengan kedalaman hingga 3000 meter.
ECA A18 AUV (Autonomous Underwater Vehicle), merupakan produk sebuah perusahaan yang berbasis di Prancis. Peralatan tersebut dilengkapi sistem robotika, otomatisasi dan simulasi.
Sistem peralatan tersebut, sebagaimana dilansir Maritime Journal, dapat beroperasi di bawah air selama lebih dari 24 jam di kedalaman 3.000 m. Dilengkapi sensor miniatur spesialis dan software, telah dirancang khusus untuk survei hidrografi, oseanografi penelitian, eksploitasi sumber daya dasar laut, dan mencari guna sebuah operasi penyelamatan di laut. Sehingga peralatan itu dapat gambar 3D di dasar laut.
Peralatan tersebut dapat dioperasikan melalui peluncuran dan pengambilan yang berbeda dari sistem yang tersedia dari perusahaan. Harga pasaran peralatan tersebut, dengan berat antara 50 dan jangkauan 120kg, berkisar antara €1.5 miliar Euro hingga €5 miliar Euro. (JMOL)
ECA A18 AUV (Autonomous Underwater Vehicle), merupakan produk sebuah perusahaan yang berbasis di Prancis. Peralatan tersebut dilengkapi sistem robotika, otomatisasi dan simulasi.
![]() |
| ECA A18 AUV (Autonomous Underwater Vehicle) |
Sistem peralatan tersebut, sebagaimana dilansir Maritime Journal, dapat beroperasi di bawah air selama lebih dari 24 jam di kedalaman 3.000 m. Dilengkapi sensor miniatur spesialis dan software, telah dirancang khusus untuk survei hidrografi, oseanografi penelitian, eksploitasi sumber daya dasar laut, dan mencari guna sebuah operasi penyelamatan di laut. Sehingga peralatan itu dapat gambar 3D di dasar laut.
Peralatan tersebut dapat dioperasikan melalui peluncuran dan pengambilan yang berbeda dari sistem yang tersedia dari perusahaan. Harga pasaran peralatan tersebut, dengan berat antara 50 dan jangkauan 120kg, berkisar antara €1.5 miliar Euro hingga €5 miliar Euro. (JMOL)
Label:
Robot,
Teknologi Maritim
Rabu, 25 Maret 2015
Ilmuwan Rusia Ciptakan Jubah kamuflase Canggih Untuk Tetara
Perkembangan teknologi militer berkembang dengan cepat seiring dengan kubutuhan yang mendukung operasi militer dilapangan, salah satunya adalah baju atau jubah pelindung prajurit.
Dimasa depan seragam tempur prajurit modern akan menggunkan bahan komposit yang ringan, dan memiliki fungsi seperti melindungi tubuh tentara dari ledakan senjata api, menyamarkan kehadiran tentara dalam spektrum radiasi tertentu, memblokir radiasi dalam spektrum ultraviolet dan inframerah, sehingga tentara tak akan terlihat oleh sensor termal. Kini, ilmuwan tengah menyusun material yang dapat memperkuat fitur tersebut.
Pasukan Rusia sudah mendapatkan perlengkapan canggih dari kompleks ‘tentara masa depan’ Ratnik (Prajurit), yang terdiri dari berbagai elemen termasuk pakaian tempur.
Dimasa depan seragam tempur prajurit modern akan menggunkan bahan komposit yang ringan, dan memiliki fungsi seperti melindungi tubuh tentara dari ledakan senjata api, menyamarkan kehadiran tentara dalam spektrum radiasi tertentu, memblokir radiasi dalam spektrum ultraviolet dan inframerah, sehingga tentara tak akan terlihat oleh sensor termal. Kini, ilmuwan tengah menyusun material yang dapat memperkuat fitur tersebut.
Pasukan Rusia sudah mendapatkan perlengkapan canggih dari kompleks ‘tentara masa depan’ Ratnik (Prajurit), yang terdiri dari berbagai elemen termasuk pakaian tempur.
Label:
Riset,
Teknologi Militer
Senin, 23 Maret 2015
Kalkulator Canggih Pendeteksi Serangan Jantung dan Stroke
Serangan jantung dan stroke merupakan kondisi kesehatan yang selama ini sulit diprediksi. Namun, apa jadinya jika ada alat atau aplikasi yang bisa menghitung kapan seseorang akan terkena serangan jantung dan juga stroke?.
National Health Service (NHS) Inggris, baru saja meluncurkan aplikasi kalkulator kontroversial yang konon bisa memperkirakan waktu datangnya serangan jantung atau stroke.
Para ahli kesehatan mengatakan, alat ini diharapkan akan menjadi alat bantu "tanda peringatan" bagi semua orang. Kalkulator ini juga akan menjadi pelecut bagi sesorang untuk meninggalkan gaya hidup beresiko.
National Health Service (NHS) Inggris, baru saja meluncurkan aplikasi kalkulator kontroversial yang konon bisa memperkirakan waktu datangnya serangan jantung atau stroke.
Para ahli kesehatan mengatakan, alat ini diharapkan akan menjadi alat bantu "tanda peringatan" bagi semua orang. Kalkulator ini juga akan menjadi pelecut bagi sesorang untuk meninggalkan gaya hidup beresiko.
Label:
Kesehatan
Minggu, 22 Maret 2015
Samsung Guru 1107 Ponsel Tenaga Surya Pertama Didunia
Pernahkan Anda mengalami kehabisan batrai ponsel saat berpergian didaerah terpencil dan tidak ada akses dengan listrik untuk mengisi ulang ponsel, lalu kita membayangkan seandanya saja ponsel ini bisa mengisi ualng batrainya dengan menanfaatkan sinar matahari.
Tahukan anda jika Samsung pernah mewujudkan ponsel seperti kasus diatas. Ya, Perusahaan ponsel asal Korea Selatan ini pernah mengembangkan ponsel bertenaga surya.
Dikutip dari Phone Arena, Senin, 23 Maret 2015, ponsel bertenaga surya Samsung merupakan ponsel berbasis surya pertama di dunia. Ponsel tersebut adalah Samsung guru E1107.
Ponsel bertenaga surya itu dirilis pertama kali pada 2009. Pada ponsel ini, Samsung menyematkan pelat sel surya pada bagian belakang ponsel. Jadi saat bagian sel tersebut terpapar sinar matahari, sel akan menghasilkan energi listrik yang bisa mengisi ulang baterai ponsel.
Tahukan anda jika Samsung pernah mewujudkan ponsel seperti kasus diatas. Ya, Perusahaan ponsel asal Korea Selatan ini pernah mengembangkan ponsel bertenaga surya.
![]() |
| Samsung Guru 1107 Ponsel Tenaga Surya Pertama Didunia |
Dikutip dari Phone Arena, Senin, 23 Maret 2015, ponsel bertenaga surya Samsung merupakan ponsel berbasis surya pertama di dunia. Ponsel tersebut adalah Samsung guru E1107.
Ponsel bertenaga surya itu dirilis pertama kali pada 2009. Pada ponsel ini, Samsung menyematkan pelat sel surya pada bagian belakang ponsel. Jadi saat bagian sel tersebut terpapar sinar matahari, sel akan menghasilkan energi listrik yang bisa mengisi ulang baterai ponsel.
Sabtu, 21 Maret 2015
AeroMobil - Mobil Terbang Canggih Buatan Slovakia
Pernahkan kita bermimpi dan mambayangkan mengendarai atau menaiki mobil terbang seperti dalam film fiksi?. ya, Mobil terbang kini hampir menjadi keyantaan. kendaraan canggih tersebut ternyata bakal hadir di kehidupan nyata. mobil dua alam yang dapat melesat di jalan raya dan terbang bebas di udara.
Adalah perusahaan otomotif asal Slovakia. Mereka mengaku telah sukses mengembangkan alat transportasi paling revolusioner di bumi. Setelah melakukan beberapa uji coba, Aeromobil kini menyatakan kesiapannya meluncurkan mobil terbang yang diberinama Flying Roadster alias Aeromobil 3.0.
Menurut Chief Executive Officer (CEO) Aeromobil, Juraj Vaculik, seperti dilansir Autoevolution, mobil terbang itu akan diproduksi secara terbatas. Peluncuran sedianya akan dilakukan pada 2017 mendatang.
![]() |
| Aeromobil2.5. | Foto: Autoblog |
Adalah perusahaan otomotif asal Slovakia. Mereka mengaku telah sukses mengembangkan alat transportasi paling revolusioner di bumi. Setelah melakukan beberapa uji coba, Aeromobil kini menyatakan kesiapannya meluncurkan mobil terbang yang diberinama Flying Roadster alias Aeromobil 3.0.
Menurut Chief Executive Officer (CEO) Aeromobil, Juraj Vaculik, seperti dilansir Autoevolution, mobil terbang itu akan diproduksi secara terbatas. Peluncuran sedianya akan dilakukan pada 2017 mendatang.
Label:
Otomotif
Pemerintah Berencana Pulangkan Ilmuwan Indonesia dari Luar Negeri
Kurangnya penghargaan dan fasilitas yang memadai didalam negeri menjadi salah satu alasan banyaknya ilmuwan Indonesia yang memilih berkarya di luar negeri dan meninggalkan Indonesia.
Kini diera Menteri Ristek Dikti, M. Nasir Ada wacana untuk memanggil pulang para ilmuwan Indonesia yang berkaya diluar negeri untuk kembali mengabdi dan berkarya didalam negeri. Pemerintah mengaku telah membicarakan hal ini dan mencari solusi terbaik untuk membawa mereka pulang kembali ke Indonesia.
Seperti hasil wawancara yang dilansir viva.co.id, Menristek M. Nasir berujar "Kami sudah rapat koordinasi. Ini atas saran Bapak Presiden juga. Saya koordinasi dengan para menteri, baik Menteri Keuangan, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, dan kaitannya dengan Menteri Perindustrian dan Perdagangan. Kami akan coba fasilitasi itu," ujarnya.
Lebih lanjut Nasir menjelaskan, yang menjadi pembicaraan saat ini adalah mengenai anggaran yang akan dialokasikan untuk para inventor-inventor tersebut. Oleh karena itu, akan diperhitungkan juga umpan balik (feedback) hasil temuannya itu untuk negara.
Kini diera Menteri Ristek Dikti, M. Nasir Ada wacana untuk memanggil pulang para ilmuwan Indonesia yang berkaya diluar negeri untuk kembali mengabdi dan berkarya didalam negeri. Pemerintah mengaku telah membicarakan hal ini dan mencari solusi terbaik untuk membawa mereka pulang kembali ke Indonesia.
![]() |
| Menristek Muhammad Nasir | foto : VIVA.co.id/Anhar Rizki Affandi |
Seperti hasil wawancara yang dilansir viva.co.id, Menristek M. Nasir berujar "Kami sudah rapat koordinasi. Ini atas saran Bapak Presiden juga. Saya koordinasi dengan para menteri, baik Menteri Keuangan, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, dan kaitannya dengan Menteri Perindustrian dan Perdagangan. Kami akan coba fasilitasi itu," ujarnya.
Lebih lanjut Nasir menjelaskan, yang menjadi pembicaraan saat ini adalah mengenai anggaran yang akan dialokasikan untuk para inventor-inventor tersebut. Oleh karena itu, akan diperhitungkan juga umpan balik (feedback) hasil temuannya itu untuk negara.
Label:
Ilmuwan Indonesia
Langganan:
Postingan (Atom)






