Minggu, 02 Agustus 2015

Tim Matematika Indonesia Raih dua Medali Emas di Bulgaria

Tim Matematika Indonesia meraih sejumlah medali dalam Kompetisi Matematika Internasional untuk Mahasiswa Ke-22 di Blageovgrad Bulgaria yang berlangsung 27 Juli hingga 2 Agustus 2015.

Tim Matematika Indonesia Raih dua Medali Emas di Bulgaria

Fungsi Pensosbud KBRI Sofia Dina Martina kepada Antara di London, Minggu (2/8/2015), menyebutkan Indonesia meraih dua medali emas yang disumbangkan Muhamad Al Kahfi dari ITB dan Pramudya Ananto dari UGM.

Selain itu Tim Matematika Mahasiswa Indonesia juga meraih satu medali perak yang disumbangan Made Benny Prasetya Wiranata (UGM) dan tiga medali perunggu masing-masing diraih Galih Pradananta, Brilly Maxel Salindeho dan Afif Humam dari ITB.

Lexus Kembangkan Papan Terbang Marty McFly

Masih ingat ketika Marty McFly, di film Back to The Future 2, berjalan dengan papan terbang? Lexus mencoba mewujudkannya tahun ini.

Produsen otomotif dari Toyota Motor itu dikabarkan sedang mengembangkan sebuah papan terbang yang terinspirasi dari film tersebut. Sebagai buktinya, Lexus menampilkan sebuah video tentang papan terbang itu, yang bernama Slide.


Slide, hoverboard atau papan terbang buatan Lexus
Slide, hoverboard atau papan terbang buatan Lexus

Video promo yang diposting di YouTube itu menampilkan Slide bisa membawa siapapun yang berdiri di atasnya untuk berpindah tempat. Penggunaannya hampir sama dengan memakai skateboard.

"Slide bisa terbang dengan mengandalkan superkonduktor dingin dari nitrogen cair. Ditambah bantuan magnet permanen. Di atasnya terdapat sebuah papan dari bambu untuk sandaran kaki," ujar juru bicara Lexus, dalam video tersebut.

Minggu, 12 Juli 2015

Pakar MIT Prediksi Koloni manusia pertama di Mars akan mati dalam 68 hari

Perkembangan teknologi roket raksasa seakan meningkatkan minat para ahli untuk membuat koloni manusia pertama di luar angkasa. Kali ini target mereka bukan bulan, tetapi planet Mars. Sayangnya, banyak yang memprediksi koloni manusia pertama di luar angkasa bakal musnah dalam sekejap.

Pakar MIT Prediksi Koloni manusia pertama di Mars akan mati dalam 68 hari

Salah satu pengusaha asal Belanda kini membuat sebuah yayasan yang akan membuat sebuah proyek prestisius untuk membangun pusat peradaban manusia di planet Mars dalam waktu dekat, tepatnya 10 tahun mendatang. Yayasan tersebut, Mars One, juga diketahui sudah membuat proposal dan rencana detail tentang pembangunan koloni di planet Merah.

Namun pihak MIT mempunyai pendapat lain terkait rencana pembuatan koloni tersebut. Berdasarkan penelitian dari mahasiswa MIT, pembangunan sebuah koloni di Mars dalam waktu dekat adalah sebuah misi bunuh diri belaka. Beragam hambatan diprediksi dapat mengancam keselamatan misi hingga astronot yang tergabung di dalamnya.

Ilmuwan : prediksi zaman es ancam manusia di tahun 2030!

Dikabarkan National Astronomy, Juli lalu, seorang Profesor bernama Valentina Zharkova mengutarakan sebuah hasil penelitian yang sangat mengejutkan. Bagaimana tidak, dia memperingatkan manusia bila zaman es akan kembali membekukan Bumi.

Ilmuwan : prediksi zaman es ancam manusia di tahun 2030!

Berdasarkan penelitian Valentina, zaman es itu akan terjadi sekitar tahun 2030 akibat dari kacaunya siklus matahari, Daily Mail (10/07).

Perlu diketahui, matahari mempunyai siklus 11 tahunan di mana saat siklus itu terjadi, aktivitas matahari mencapai puncaknya atau sebaliknya 'tertidur'.

Nah, di siklus matahari ke-26 yang akan terjadi di antara tahun 2030-2040, aktivitas matahari akan mencapai titik terendahnya, sama seperti 370 tahun silam. Fenomena pasifnya matahari itu disebut 'Maunder Minimum'.

Kamis, 25 Juni 2015

Amerika segera bangun pangkalan militer di ruang angkasa

Nampaknya, perang tidak hanya akan berlangsung di daratan Bumi saja. Sebab, Amerika sedang berancang-ancang membangun pangkalan perang di luar angkasa.

Rencana besar itu diungkapkan oleh Sekretaris Departemen Pertahanan Amerika, Robert Work di konferensi intelijen GEOINT 2015. Menurut Robert, proyek pembangunan pangkalan itu sedianya dimulai 6 bulan lagi.


Amerika segera bangun pangkalan militer di ruang angkasa

Pangkalan tersebut diklaim mampu memburu satelit militer atau mata-mata milik negara lain. Harapannya, pangkalan militer itu mampu mencegah serangan yang diarahkan pada satelit milik Amerika.

Jumat, 03 April 2015

ECA A18 AUV Alat Canggih Pendukung Survei Bawah Air

Perusahaan Prancis meluncurkan produk baru untuk kebutuhan laut dalam. Produk sarat teknologi itu dirancang untuk survei bawah air, dengan kedalaman hingga 3000 meter.
 

ECA A18 AUV (Autonomous Underwater Vehicle),  merupakan produk sebuah perusahaan yang berbasis di Prancis. Peralatan tersebut dilengkapi sistem robotika, otomatisasi dan simulasi.

ECA A18 AUV (Autonomous Underwater Vehicle)
ECA A18 AUV (Autonomous Underwater Vehicle)

Sistem peralatan tersebut, sebagaimana dilansir Maritime Journal, dapat beroperasi di bawah air selama lebih dari 24 jam di kedalaman 3.000 m. Dilengkapi sensor miniatur spesialis dan software, telah dirancang khusus untuk survei hidrografi, oseanografi penelitian, eksploitasi sumber daya dasar laut, dan mencari guna sebuah operasi penyelamatan di laut. Sehingga peralatan itu dapat gambar 3D di dasar laut.

Peralatan tersebut dapat dioperasikan melalui peluncuran dan pengambilan yang berbeda dari sistem yang tersedia dari perusahaan. Harga pasaran peralatan tersebut, dengan berat antara 50 dan jangkauan 120kg, berkisar antara €1.5 miliar Euro hingga €5 miliar Euro. (JMOL)

Rabu, 25 Maret 2015

Ilmuwan Rusia Ciptakan Jubah kamuflase Canggih Untuk Tetara

Perkembangan teknologi militer berkembang dengan cepat seiring dengan kubutuhan yang mendukung operasi militer dilapangan, salah satunya adalah baju atau jubah pelindung prajurit.

Ilmuwan Rusia Ciptakan Jubah kamuflase Canggih Untuk Tetara

Dimasa depan seragam tempur prajurit modern akan menggunkan bahan komposit yang ringan, dan memiliki fungsi seperti melindungi tubuh tentara dari ledakan senjata api, menyamarkan kehadiran tentara dalam spektrum radiasi tertentu, memblokir radiasi dalam spektrum ultraviolet dan inframerah, sehingga tentara tak akan terlihat oleh sensor termal. Kini, ilmuwan tengah menyusun material yang dapat memperkuat fitur tersebut.

Pasukan Rusia sudah mendapatkan perlengkapan canggih dari kompleks ‘tentara masa depan’ Ratnik (Prajurit), yang terdiri dari berbagai elemen termasuk pakaian tempur.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...